Kamis, 29 April 2010

Bencana Alam di Indonesia

Indonesia, dikenal dengan negeri kepulauan yang sangat Indah dengan kekayaan alam yang melimpah, dengan penduduknya yang terkenal ramah. Belakangan ini banyak sekali musibah terjadi di Indonesia, kasus-kasus para elit Negara yang memanaskan suhu perpolitikan Indonesia, yang kadang berdampak pada kestabilan ekonomi yang goyah karena kasus-kasus tersebut, lalu kasus-kasus korupsi yang tampak tidak pernah ada habisnya, tingkat kejahatan yang terus bertambah terutama di kota-kota besar, dan yang terakhir terjadinya banyak bencana alam di tanah air tercinta.

Dari deretan musibah-musibah yang terjadi di Indonesia, saya sangat tertarik mencermati terjadinya bencana alam yang terjadi di Indonesia. Indonesia selain terkenal dengan negeri seribu pulau, terkenal pula dengan julukan barunya yaitu dengan negeri seribu bencana.

Mungkin muncul pertanyaan kenapa Indonesia bisa disebut dengan negeri seribu bencana, hal itu bisa terjawab dengan melihat banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung merapi, banjir, luapan lumpur lapindo, badai tropis, tsunami,dll. Dari beberapa bencana alam yang saya sebutkan diatas, saya sangat tertarik untuk lebih memfokuskan membahas tiga bencana yang sering terjadi belakangan ini, yakni gempa, tanah longsor, dan banjir. Saya akan mencoba merinci satu persatu apa penyebab dan sebenarnya solusi apa yang bisa kita tampilkan dan tawarkan untuk menanggulangi bencana alam yang terus melanda.

Pertama, Gempa bumi terjadi karena Indonesia terletak di jalur lempeng tektonik yang sering terjadi pergeseran, inilah yang dinamakan gempa tektonik dan selain itu Indonesia juga terdiri dari banyak gunung-gunung api yang masih aktif, dan saat terjadi letusan kadang disertai dengan gempa, gempa dengan sebab seperti ini disebut dengan gempa vulkanik. Dua sebab itulah yang menyebabkan Indonesia sering dilanda gempa, yang banyak menimbulakan kerugian baik materil maupun moril, dan banyak menelan korban jiwa.

Kedua, Tanah longsor yang terjadi di Indonesia banyak disebabkan oleh terjadinya perubahan fungsi lahan di daerah perbukitan. Banyak wilayah diperbukitan yang beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan liar yang tak berizin, bangunan itu dipergunakan untuk tujuan komersil seperti villa atau pun yang lainnya. Tak sedikit bangunan yang ada, tidak mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Penyalahgunaan ini yang menyebabkan daerah yang relative rawan longsor menjadi tidak mempunyai wilayah penyangga, sehingga ketika hujan besar sangat rawan sekali terjadi longsor.

Terakhir adalah banjir, Banjir yang terjadi disebabkan berbagai macam faktor. Factor-faktor penyebab itu antara lain adalah, pertama semakin menipisnya daerah resapan air, akibat salah tata kelola pembangunan diperkotaan, dengan mengedepankan pembangunan gedung-gedung baru, sekali lagi untuk tujuan komersil seperti pusat perbelanjaan dan perumahan-perumahan baru, daerah untuk resapan air seperti terlupakan untuk diprioritaskan, padahal itu adalah hal yang sangat penting untuk meminimalisir banjir. Kedua adalah kesadaran masyarakat yang masih sangat kurang baik dalam segi hal kebersihan ataupun kesadaran akan tempat tinggal yang layak. Kekurangsadaran akan kebersihan bisa dilihat dari masih maraknya masyarakat yang sering membuang sampah ke kali, padahal itu bisa menghambat laju air dan bila hujan besar akan menimbulkan banjir, dan bisa pula menjadi penyebab pendangkalan sungai. Lalu kekurangs adaran masyarakat akan tempat tinggal yang layak, dapat dilihat menjamurnya pemukiman disekitar bantaran kali, yang menyebabkan terjadinya penyempitan sungai, dan itu memperparah keadaan bila terjadi banjir.

Sebab-sebab diatas adalah sebuah pendapat dari saya, tentang penyebab-penyebab terjadinya bencana alam yang dijelaskan diatas. Lalu apa solusi yang bisa kita berikan untuk upaya pencegahan atau penanggulangan dari bencana alam diatas. Untuk gempa bumi, kita tidak bisa mencegah datangnya gempa bumi, tetapi kita bisa mendeteksi dan memperkirakan akan tejadinya gempa bumi dengan perkembangan teknologi yang kita miliki. Setelah mendeteksi dan memperkirakan maka kita bisa melakukan penanggulangan secara dini sebelum terjadinya gempa. Itu dilakukan untuk meminimalisir korban jiwa atau kerugian yang akan ditimbulkan peristiwa gempa bumi. Disamping itu berdasarkan pengalaman yang didapat dari gempa-gempa yang terjadi, berbagai pihak yang berkaitan dan peduli dengan fenomena bencana alam ini pun mengembangkan rumah anti gempa, dan teknik-teknik perlindungan diri sendiri ketika terjadi gempa.

Kemudian solusi yang dapat diberikan untuk menanggulangi tanah longsor hampir sama dengan salah satu cara untuk menanggulangi terjadinya banjir, yaitu kembali mengembalikan fungsi lahan-lahan diperbukitan khususnya menanam pohon-pohon kembali, selain bisa untuk resapan untuk air juga bisa menjadi penyanggah dari daerah yang memang rawan longsor, dan menerapkan peraturan yang tegas untuk siapa saja yang mengubah fungsi lahan sebenarnya secara illegal. Sedangkan untuk masalah banjir, dapat ditanggulangi dan dicegah dengan upaya penyuluhan secara intensif kepada masyarakat, tentang apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya banjir, seperti tidak membuang sampah disungai, tidak membangun pemukiman disepanjang bantaran sungai, melakukan kerja bakti seminggu sekali untuk membersihkan lingkungan sekitar, serta membangun sumur-sumur resapan secara swadaya. Selain dari masyarakat pemerintah daerah juga harus turut berperan serta dalam menangani masalah banjit, seperti dengan menyeimbangkan tata letak kota antara pusat perbelanjaan dengan lahan hijau yang bisa dijadikan resapan air, dan membenahi system drainase di kota. Penting juga, bagi pemerintah untuk memberikan reward dan punishment, untuk memotivasi masyarakat dan juga membuat efek jera bagi siapa yang melanggar peraturan terkait masalah penanggulangan banjir.

Penulis berharap, tulisan ini dapat memberikan sedikit gambaran bencana alam yang terjadi di ternyata bukan hanya disebabkan oleh keinginan alam itu sendiri, tapi manusia juga berperan menyumbang efek kerusakan terhadap alam semesta seperti. Seperti yang telah di firmankan Allah SWT dalam surat Ar Rum ayat 41 yang artinya “

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke ( jalan yang benar)” (QS Ar Rum : 41)

Dan semoga kita sebagai manusia dapat mengambil pelajaran untuk kemudian kembali berperan serta menjaga lingkungan kita, agar kerusakan-kerusakan di alam ini dapat segera di perbaiki, dan semoga bencana-bencana alam tersebut dapat kita cegah dan tanggulangi bersama-sama.Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar